Laman

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 15 April 2011

CARI HARTA UNTUK APA ?

CARI HARTA UNTUK APA ?

Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang disayang Allah SWT, mohon maaf catatan tentang NIKAH ALA NABI kami tunda karena ada beberapa kekhawatiran yang memungkinkan akan terjadi, pertama : para istri akan memaksa suaminya nikah lagi tetapi para suami tidak sanggup menikah lagi, kedua : akan banyak wanita yang berbondong-bondong menyerahkan diri minta dinikahin walau statusnya sebagai istri yang ke-10, ketiga : tidak akan ada lagi wanita yang kebelet jadi TKW atau Buruh pabrik apalagi jadi PSK, keempat : Pegawai Pengadilan Agama tidak lagi kebanjiran order Gugatan Cerai, kelima : tidak akan ada lagi Janda dan anak yatim yang terlantar.

Namun jika kita tidak keberatan dengan kekhawatiran-kekhawatiran diatas, insya Allah catatan akan diterbitkan pada edisi mendatang pada momentum yang tepat. He he he gimana ?

Sahabat, tidak ada salahnya kita bekerja keras dengan skill dan profesi kita masing-masing dalam rangka untuk mendapatkan banyak harta, karena hampir semua bentuk ibadah dalam Islam membutuhkan harta.

Mau Haji atau Umroh butuh harta, mau Nikah butuh harta, mau Sholat butuh beli perelngkapan Sholat, mau Zakat, Infaq atau Sedekah butuh harta, mau memuliakan tamu dan tetangga butuh harta, mau berbakti dan membahagiakan orangtua butuh harta, mau puasapun butuh beli konsumsi untuk sahur dan buka puasa. Jadi kita sebagai orang Islam HARAM hukumnya NGANGGUR gak bekerja atau aktifitas apapun dan WAJIB hukumnya menjadi ORANG KAYA.

Wah gak bisa begitu dong, cari kerja sekarang ini kan susah banyak persyaratan dan persaingannya ketat. He he he siapa bilang begitu ? itu hanya pendapat orang putus asa atau orang yang menuhankan Ijazah atau karena hayalan kita bisa bekerja di gedung yang tinggi pake dasi duduk dikursi direksi terus terima gaji n selalu jaga gengsi, keburu mati kalie….

Mau tau caranya dapetin kerja tanpa nglamar kerja tapi dilamar banyak kerjaan ? inilah cara gila dapetin kerja dan kaya raya ala Ngatiman.

Namanya Ngatiman tapi akrab dipanggil dengan Iman, dia adalah seorang Sarjana Pendidikan disalah satu Perguruan Tinggi yang tidak terlalu dikenal, Iman lulus dengan nilai yang cukup memuaskan namun dia sadar bahwa Gelar dan Ijazah yang disandangnya saat ini tidak akan mampu bertarung dengan ketatnya persaingan kotor dunia CPNS atau dunia kerja lainnya. Apalagi Iman hanyalah anak seorang mantan Pemulung yang telah Almarhum.

Tinggal disebuah kampung yang tidak jauh dari sebuah Komplek Perumahan di pinggiran kota dengan seorang ibu yang mendidiknya untuk selalu taat beribadah. Sebagai seorang yang terdidik dan mengerti Agama, Iman tidak tinggal diam membiarkan keluarganya akan jatuh semakin miskin sepeninggal Ayahnya. Iman mulai berfikir aku HARUS BEKERJA dan KAYA.

Iman mulai mengumpulkan semua Ijazah dan sertifikat-sertifikat prestasi yang pernah ia peroleh, ia pandangi satu persatu Ijazah dan Sertifikat itu namun ia tidak yakin kalau Ijazah dan Sertifikat itu akan mengantarnya ke dunia kerja, lama ia merenung, pikirannya menerawang harus melamar kerja dimana, belum juga ditemukan namun tiba-tiba ia teringat dengan kitab kesayangannya yang setiap hari tak pernah ia lupakan yaitu Al-Qur’an. Dibukanya Al-Qur’an untuk mencari solusi atas kegalauan fikiran dan hatinya. Bertemulah ia dengan sebuah ayat :

“Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung “ ( Al-Jumu’ah-10 ).
Sejak membaca ayat itu, setiap kali selesai Sholat Iman berjalan menyusuri jalan-jalan dan komplek-komplek perumahan terdekat sambil memperhatikan suasana disekitarnya dan tak lupa lidah dan hatinya senantiasa berzikir tanpa henti. Namun beberapa hari terlewati, Iman belum juga mendapatkan apa yang dimaksud ayat tersebut, seringkali terlintas bahwa dirinya adalah seorang Sarjana seharusnya layak dan mudah mendapatkan pekerjaan, namun hatinya lebih yakin bahwa didalam Kitab Kesayangannya itu ada solusi buat dirinya. Dibukanya kembali halaman demi halaman bertemulah dengan ayat :

“ Langit, bumi, dan segala isinya bertasbih kepada Allah, tidak ada satupun, kecuali bertasbih dengan memujiNYa, tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya, Dia maha penyantun lagi maha pengampun” (QS. Al-isra:17:44).

Wah, ternyata seluruh isi Alam Semesta ini adalah hidup dan bertasbih memuji Allah SWT, batu, sampah, pepohonan, air, udara, hewan, motor, mobil semuanya hidup dan bertasbih dengan caranya sendiri, barangkali kita mausia saja yang suka lupa bertasbih padahal kita dikaruniai akal, kalau begitu aku akan bersahabat dengan Alam ini, mereka akan ikut serta mendoakanku dan akan mengantar menuju apa yang kumau, demikian bisikan hati iman bergejolak. Lalu iapun bertemu juga dengan ayat :
"Bekerjalah kalian, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat amal-amal kalian itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang gaib dan nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan" (Q.S. At-Taubah [9]:15)
Wah, mengapa aku harus berlama-lama berdiam diri, tidak segera Take Action ? bukankah apapun yang aku kerjakan Allah melihat, Malaikat mencatat dan juga orang-orang beriman akan memperhatikan dan memberitakan kepada Alam Semesta ini akan apa yang telah aku kerjakan, demikian bisikan hati Iman terus bergejolak. Seketika itu Iman tergerak untuk keluar rumah, Iman tertegun memperhatikan di salah satu sudut rumah, sebuah gerobak sampah peninggalan Almarhum ayahnya, lama ia memandangi gerobak sampah itu, sampai akhirnya Iman dikagetkan dengan sebuah tangan yang menepuk pundaknya. “ Iman anakku, kamu itu sarjana, apa ya kamu harus mengikuti jejak ayahmu sebagai pemungut sampah, nak ? “. tegur ibunya, “ eh… ibu, bikin Iman kaget, gak kok bu, Cuma Iman ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk Lingkungan dan sesama kita sekaligus Iman ingin membuktikan kebenaran ayat-ayat Allah yang selama ini Iman baca, mulai besok Iman akan berjalan dengan gerobak tua itu, ijinkan Iman berbuat sesuatu untuk Alam dan Sesama “, “ Baiklah nak, kalau memang itu sudah menjadi keyakinanmu “.
Sahabat, apa yang akan dilakukan Ngatiman alias Iman, ternyata setiap pagi sampai menjelang siang iman berjalan menyusuri selokan memunguti sampah-sampah yang masuk diselokan, bahkan dia masuk ke gorong-gorong yang mampet karena timbunan sampah. Pekerjaan ini Iman lakukan setiap hari disepanjang jalan yang ia lalui sampai selokan-selokan yang ada di komplek-komplek perumahan, Iman melakukan ini tanpa perintah siapapun dan tidak minta perhatian atau imbalan kepada siapapun, Iman sangat menikmati apa yang dilakukannya bahkan seolah dia mengerti dan mendengar sampah-sampah itu bertasbih dan mendoakannya.
Hari demi hari hingga satu bulan lebih, Iman melakukan rutinitas itu dengan penuh ketulusan, tapi ternyata ada sepasang mata yang seringkali memperhatikan apa yang dikerjakan oleh Iman, dan…… pada suatu hari Iman dikejutkan oleh seorang pengendara mobil mewah yang berhenti persis disamping gerobaknya.
Keluarlah si orang kaya itu dari mobilnya lalu menjulurkan tangannya dan menyapa Iman, “ Assalamu’alaikum, kenalkan saya pak Hadi yang tinggal di Perumahan seberang itu “, “ oh ya pak saya Iman, ada yang bisa saya Bantu ? “, “ saya ada pekerjaan buat kamu jika berkenan, saya butuh tukag kebun “, “ maaf pak kalo boleh tau, seberapa luas kebunnya ? “, “ oh gak luas Cuma kebun yang ada di pekarangan rumah saja “, “ maaf, berapa bapak bisa gaji saya sebulan ? “, “ ya standar UMR lebih sedikitlah “, “ wah maaf pak, kalo segitu saya tidak bisa membayar orang yag akan menggantikan aktifitas saya selama ini, bagaimana kalo kita kerjasama saja, pak ? “, “ dibidang apa ? “, “ bidang usaha pengelolaan dan daur ulang sampah, bagaimana ?”, “ wah bagus itu, aku setuju, besok kita bicara di kantor ya “. Akhir kisah, Imanpun jadi konglomerat muda yang menekuni bisnis sampah.
Sahabat, persoalannya kemudian adalah ketika kita sudah punya pekerjaan dan punya penghasilan, lalu sedikit demi sedikit harta mulai parkir di rekening kita, lalu untuk apa harta yang sudah ada ditangan kita itu ? tentu untuk memberikan nafkah kepada keluarga kita lalu kita akan kita akan ikut asuransi jiwa, kesehatan dan program pensiun, lalu kita akan ikut juga KPR dan KKB, sebagian juga kita investasikan dalam bentuk property atau kita pakai modal usaha lain agar dapat penghasilan tambahan dan segudang keinginan-keinginan lainnya jika masih memungkinkan, begitu bukan ? yach… semua itu tidak ada salahnya, tapi ada satu hal yang jauh lebih penting dari semuanya yaitu bahwa kita semua ini PASTI akan kembali ke ‘ KAMPUNG AKHIRAT ‘, itulah kampung kita yang sebenarnya.
Nah untuk ‘PULANG KAMPUNG’ ke Kampung Akhirat itu kita butuh BEKAL dan KENDARAAN, mungkinkah kita akan ‘Pulang Kampung’ nanti akan naik Sepeda Ontel, atau Motor dan Mobil Butut atau bahkan Cuma jalan kaki ? masalahnya perjalanan ke ‘Kampung Akhirat’ itu nanti sangat-sangat jauh dan melelahkan harus melewati sebuah padang pasir yang sangat luas dan sangat-sangat panas, tidak ada yang jual air atau es di tengah jalan, juga tidak ada bengkel motor atau sepeda, tidak ada restoran atau pedagang kaki lima dan kitapun tidak lagi pegang ATM yang bisa mengambil uang-uang kita yang kita simpan di Bank selama hidup kita di Dunia.
Tidak inginkah kita, ketika ‘Pulang Kampung’ nanti naik Pesawat Pribadi di kawal oleh para Bidadara dan Bidadari ? oh…. Sebuah perjalanan yang sangat indah akan menanti menuju ISTANA SORGA kita yang sudah kita beli dan mulai kita cicil mulai saat ini.
Yuk kita ‘Pulang Kampung’ bersama Rumah Yatim Indonesia, silahkan klik http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

Kamis, 14 April 2011

4 Amalan Kecil Yang Berpahala Besar

Assalamualaikum warah matulahi wabarakatuh

Inilah amalan-amalan kecil yang mudah dilakukan. Tapi pahalanya sangat besar.

1. Ucapan Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir 100 X (Tiada tuhan selain Allah yang pantas disembah, tiada sekutu baginya, baginya-lah seluruh kerajaan, dan baginya-lah seluruh pujian. Dan dialah yang mahakuasa di atas segala sesuatunya).

Maka kalimat itu baginya seratus kebaikan dihapuskan baginya seratus kejelekan dan seperti membebaskan sepuluh orang budak

2.Dzikir setelah shalat, Mengucapkan Subhanallah (maha suci Allah ) 33X, Alhamdulillah(Segala puji bagi Allah) 33X, serta Allahu akbar (Allah maha besar) 33X, lalu ditutup dengan ucapan Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir (Tiada tuhan selain Allah yang pantas disembah, tiada sekutu baginya, baginya-lah seluruh kerajaan, dan baginya-lah seluruh pujian. Dan dialah yang mahakuasa di atas segala sesuatunya)1X.

Maka dengan itu genap 100 kalimat. Maka akan diampuni dosanya walaupun dosanya itu sebanyak bilangan buih di lautan.

3. Membangun masjid atau ikut serta dalam pembangunannya. (Misalnya juragan amal buat pembangunan masjid)Maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga.

4. Menyingkirkan duri di jalan. Rasulullah SAW. bersabda : "Sungguh, aku melihat sesorang yang bebas berlarian di surga karena pada hidupnya di dunia ia hanya memotong dan menyingkirkan pohon di jalan karena menggangu orang-orang melintas" jadi pahalanya surga.

Tambahan:

* Memberi minum atau makanan pada binatang yang lapar
* Menjenguk orang sakit
* Memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran(kejahatan)
* Menolong orang yang terzalimi
* Menutup aib seorang mukmin
* Memulai ucapan salam dan menjawab salam(wajib kifayah)
* Menyingkirkan kotoran dan gangguan dari masjid
* Berterima kasih kepada orang lain
* Memberikan maaf kepada yang bersalah juga merupakan amalan
kecil yg dapat membuka pintu surga

JADIKAN AL-QUR’AN SEBAGAI OPERATING SISTEM

JADIKAN AL-QUR’AN SEBAGAI OPERATING SISTEM

Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang diberkahi Allah dengan Al-Qur’an, judul catatan spiritual diatas adalah pengganti “ Belajar Menikmati Al-Qur’an” yang kami janjikan.

Taukah kita sejak umur berapa Muhammad SAW belajar Al-Qur’an dan berapa lama beliau belajar Al-Qur’an ? yach… umur 40 th Muhammad SAW baru mulai belajar Al-Qur’an, karena Wahyu Al-Qur’an turun ketika Muhammad SAW berumur 40 th dan belajar Al-Qur’an selama 23 th karena wahyu Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur selama 23 th, artinya apa ? berapapun umur kita saat ini tidak ada kata telat untuk bisa belajar dan menikmati Al-Qur’an

Taukah kita berapa lama sahabat Umar bin Khathab belajar Al-Qur’an dan baru bisa menikmati Al-Qur’an ? yach… Beliau baru bisa menikmati Al-Qur’an setelah belajar selama 20 tahun, artinya apa ? tidak ada yang instan untuk dapat menikmati segala sesuatu, semuanya butuh PROSES. Namun kita tidak usah berkecil hati dulu karena zaman kita didukung dengan kecanggihan teknologi sehingga proses itu bisa kita percepat dan lebih mudah namun tetap bertahap sedikit demi sedikit.

“ Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya “. (A-Qiyamah:16-19 )

Sahabat, sebuah PC atau Notebook baru akan bisa bekerja dan fungsional sebagaimana yang kita inginkan ketika telah terinstall didalamnya SISTEM OPERASI ( Operating Sistem = Windows atau yang lainnya ), demikian halnya sesosok tubuh kita ini adalah sebuah hardware yang akan mampu bekerja dengan benar dan maksimal sebagaimana MAUNYA Allah Sang Pencipta ketika kita berhasil mengistallasi SISTEM OPERASI yang diberikan Allah kepada kita yaitu Al-Qur’an. Lalu bagaimana cara menginstallasi Al-Qur’an dalam diri kita agar menjadi Sistem Operasi yang tangguh ?

Yang Pertama, Jadikan Al-Qur’an Sebagai Kurikulum Wajib Seumur Hidup Kita.

Kita semua pernah sekolah atau kuliah, lalu punya cita-cita untuk menjadi ahli dibidang tertentu yang kita inginkan, berapa banyak buku dan literatur yang kita beli dan kita baca hampir setiap hari dengan penuh kesungguhan juga berbagai macam training kita ikuti, semua itu menggunakan investasi yang tidak sedikit, sedemikian gigihnya kita perjuangkan secara maksimal dan akhirnya sukses mendapatkan kompetensi dan prestise serta prestasi yang kita harapkan. Walau Ilmu dan Kompetensi yang kita dapatkan tersebut belum tentu mampu mengawal dan membahagiakan kita di Dunia maupun di Akhirat kelak.

Lalu bagaimana sikap kita dengan Kitab Allah = Al-Qur’an ? adakah literatur yang lebih benar, yang lebih lengkap, yang multidimensi keilmuan, yang lebih bisa dipertanggungjawabkan selain Al-Qur’an ? coba kita simak dengan seksama sebuah gambaran Al-Qur’an yang disampaikan Rosulullah kepada Ali bin Abi Thalib :

“Dari al-Harits bin Al-A’war dari Amir al-Mu’minin, Ali bin Abi Thalib berkata : Saya mendengar Roasulullah SAW bersabda : “ Akan datang berbagai macam fitnah, saya bertanya : bagaimana jalan keluarnya ? Beliau menjawab : Kitab Allah. Kitab Allah didalamnya terdapat berita mengenai apa yang tejadi sebelum kalian dan informasi mengenai apa yang akan terjadi setelah kalian juga hukum yang akan menyelesaikan perselisihan diantara kalian. dia adalah pemutus perkara bukan jenaka, dialah yang jika ditinggalkan oleh seseorang dengan angkuh pasti Allah akan menghancurkannya, siapapun yang mencari petunjuk pada yang lain selain Al-Qur’an pasti Allah akan menyesatkannya, ia adalah tali Allah yang sangat kuat serta peringatan yang sangat bijak. Ia adalah jalan yang lurus, dialah yang jika hawa nafsu berpegang kepadanya tidak akan bengkok, lisanpun tidak akan bercampuraduk ucapan yang haq dan yang bathil, para ulama tidak akan pernah merasa kenyang terhadapnya, pembacanya tidak akan pernah ragu karena banyaknya bantahan, keajaibannya tak akan pernah berhenti, dialah yang jika jin mendengarkannya pasti akan mengatakan : Sesungguhnya kami mendengarkan Al-Qur’an itu sungguh menakjubkan, siapapun yang berbicara dengannya pasti benar, yang menghakimi dengannya pasti adil, yang beramal berdasar atasnya pasti diberi pahala, dan siapapun yang menyeru kepadanya pasti akan diberi petunjuk ke jalan yang lurus “ ( HR.ad-Darimi )

Sudahkah kita dan anak-anak kita belajar Al-Qur’an seserius belajar Materi Pelajaran yang akan di UAN kan atau seserius belajar Materi untuk Ujian Masuk Perguruan Tinggi atau Ujian Masuk PNS atau Ujian Masuk Perusahaan Multinasional ? seserius apakah kita berlatih memahami dan mempraktekkan Al-Qur’an ? seserius para calon Bintang Indonesia Idol atau Bintang KDI dalam berlatih menghadapi Audisi ?

Mengapa ? wah susah sih ! Bagaimana kalau yang bilang MUDAH itu Allah Sang Penulisnya ? wah itu mah tugas orang pesantren, kita-kita kan dituntut menjadi SDM yang terbaik agar mampu bersaing di Dunia Kerja ! Bagaimana kalau yang memberi Predikat SDM Terbaik itu Rosulullah SAW junjungan kita ? dan Rosulullah bilang bahwa “ Manusia yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mau belajar Al-Qur’an dan mau mengajarkan Al-Qur’an “.

Wah tapi kita harus cari banyak harta agar bisa sedekah dan sedekah itulah yang mampu menyelamatkan kita ! betul, tidak salah. Adakah orang yang terkaya sekalipun di Dunia ini yang mampu sedekah setiap hari dengan hartanya ? mampukah kita mempersiapkan agar seluruh harta kita nantinya akan mengikuti kita hingga Hari Pengadilan kelak ? Al-Qur’an sangat beda dengan Harta Kekayaan, Rosulullah bilang “ Kelak Al-Qur’an itu akan hidup mendampingi kita sebagai Pembela ketika kita duduk di Kursi Pengadilan Allah Yang Maha Adil “.

Jadi mulai hari ini jangan sampai hari-hari kita berlalu tanpa belajar membaca dan memahami Al-Qur’an secukup mungkin dan semaksimal mungkin. jangan mentang-mentang pernah sekolah Islam atau keluaran Pesantren, terus kemudian pensiun belajar Al-Qur’an .

Bagaimana pendapat kita, kalau saja Lembaga Pendidikan kita Kurikulum Wajibnya adalah Al-Qur’an dan tolok ukur kelulusannya adalah penguasaan Al-Qur’an, tentu ummat Islam Indonesia dan Dunia tidaklah terhina saat ini, PASTI !

Yang Kedua, Pilih Waktu yang Paling Produktif untuk Kegiatan Belajar Mengajar Al-Qur’an

Kapan kita belajar Al-Qur’an ? wah sibuk banget nih, ntar ah kalau masih sempat dan ada waktu. Bagimana nih enaknya kita buat Kajian Al-Qur’an ? dua minggu sekali atau sebulan sekali lah, habis waktu kosongnya cuman itu sih, week end kan perlu refresh bersama keluarga atau teman-teman.

Yach…. Al-Qur’an kita kasih WAKTU SISA, kurikulum di sekolah atau kuliah dengan porsi WAKTU SISA, kita pegang dan baca Al-Qur’an di WAKTU SISA, kita baru nyadar belajar Al-Qur’an ketika masih tertinggal UMUR SISA. Mungkinkah dengan waktu sisa yang amat terbatas itu kita bisa kompeten menjadi Ahli Qur’an ? emangnya kita semua harus menjadi Ahli Qur’an bukannya itu tugasnya Pak Ustadz dan kyai ? bukankah kita juga ingin lolos selamat dari Sanksi Pengadilan Sang Maha Tinggi ?

Mulai hari ini tempel besar-besar WAKTU KHUSUS BELAJAR AL-QUR’AN kita SETIAP HARI yang tidak boleh diganggu gugat oleh kegiatan lain di dinding kamar kita. Sebagai bukti komitmen kita serius Belajar Al-Qur’an