Laman

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 05 Februari 2011

Jangan Di sesali

Emm.. Dalam postingan ini , semua pikiran hanya tertuju pada diri ini. banyak sekali pertanyaan yang harus saya selesaikan sendiri dalam menghadapi masalah yang menurut kebanyakan orang sih sepele, Namun, masalah ini jangan di anggap sepele, karena apabila telah terkena masalah ini, anda bisa tidak makan, tidak minum, tidak mandi, dan akhirnya panuan.

Masalahnya adalah Putus dari sang kekasih, hahah . Memang masalah ini sangat menggelitik bagi yang mendengar nya,namun apabila masalah Putus cinta di dengar oleh orang yang pencari cinta, makaa hal ini menurut nya sangat serius dan dapat merengut nyawa bila tidak ada iman.

Pikiran gunda gulana menerpa diri setiap orang yang mengalami ini, namun, masalah ini jangan harus di pikirkan karena apabila masalah ini terkena pada cowok, maka cowok pun menganggap ini hal yang biasa-biasa saja, karena walau pun dcowok putus dai pacarnya, dia pun akan cepat menemukan kembali pasangan yang baru yang sangat perhatian kepada dirinya.

Kamis, 03 Februari 2011

PENGELUARAN & PROGRAM RYI SAMPAI JUNI 2011

Sahabat Rumah Yatim Indonesia yang di muliakan Allah SWT, ketika Negara yang kita cintai ini belum mampu memberikan pelayanan pendidikan yang memadahi, kepada rakyatnya khususnya yang berekonomi lemah, maka kita sebagai ummat Islam tidak boleh tinggal diam untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di negeri ini yang kebetulan mayoritas penduduk yang lemah ekonominya adalah ummat Islam.

Maka banyak sekali bertebaran berbagai Lembaga penggalang dana Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf dengan berbagai gayanya masing-masing, ada yang pasang iklan dan spanduk dimana-mana, ada yang pasang ribuan kotak amal, ada yang memafaatkan ketenaran nama tokoh atau namanya sendiri, ada juga yang membuat iven-iven besar dengan menawarkan berbagai program unggulan yang membutuhkan dana sampai Milyaran Rupiah, bahkan hampir semua Stasiun Televisi dan perusahaan besarpun memiliki Lembaga Penggalang dana, semua itu ada karena sebuah keprihatinan melihat nasib generasi Yatim dan Dhu'afa yang perlu diberdayakan Intelektual, Spiritual dan Skillnya. Agar kelak menjadi manusia-manusia unggul dan berdaya. Semoga

Tak terkecuali Rumah Yatim Indonesia, hanya uniknya Rumah Yatim Indonesia menggalang dana tidak dengan cara seperti Lembaga lain pada umumnya, RYI hanya menggalang dana lewat internet, dengan program-program ringan yang tidak memberatkan para Dermawan dengan motto sederhananya ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH.

Lho mengapa cari yang tersisa, bukankah orang makin banyak sedekah makin banyak pula balasannya ? betul, tidak salah. Sedekah itu perkara yang ringan tapi mempunyai dampak yang sangat besar bagi diri sendiri dan orang lain, jika kita ' paksa ' kan orang untuk bersedekah dengan harta terbaiknya sementara keyakinannya belum terbangun nanti akan jadi bumerang, sehingga tidak sedikit yang kecewa dan menyalahkan. Mengapa menyalahkan karena belum terbiasa membaca bentuk balasan Allah atas dampak sedekahnya. Kalau kita sudah terbiasa membaca balasan Allah atas setiap harta yang kita sedekahkan, maka berapapun besarnya harta yang kita sedekahkan tidak akan pernah ragu bahwa harta tersebut akan jadi investasi abadi di Akhirat dan akan dikembalikan lagi oleh Allah di Dunia dengan jumlah yang jauh lebih besar, dalam bentuk yang berbeda dan dengan cara yang unik.

Sahabat, tahukah kita ? berapa pemasukan donasi RYI dari kita semua di tahun kedua ini ? ada kisaran Rp. 50 Juta sampai 100 Juta per bulan, dibandingkan Lembaga lain jumlah ini mungkin masih terlalu kecil, tapi bagi kami jumlah ini sangat-sangat besar, mengapa ? ya karena dampaknya. Ada 20 tempat kegiatan dengan jumlah anak asuh dan anak didik tidak kurang dari 5.000 orang, yang saat ini semakin bergairah dan terbangun kembali rasa optimis mereka, jumlah binaan kita tersebut terus bertambah dengan semakin banyaknya lembaga Sosial yang mendaftar sebagai mitra untuk kita fasilitasi kebutuhan minimumnya.

Adapun estimasi rincian pengeluaran RYI sampai bulan Juni 2011 adalah sebagai berikut :

- Biaya Kebutuhan Konsumtif ( Beras/ Sembako ) = Rp.30.000.000,- per bulan ( dialokasikan dari dana Zakat dan Infaq Khusus Beras dan Sembako )

- Biaya Upgrade Kompetensi Calon Pengasuh/Guru ( untuk program Guru Al-Qur,an, Bahasa Asing & Informatika ) = Rp.20.000.000,- per bulan (dialokasikan dari Infaq dan sedekah umum )

- Membangun dan Pengadaan Sarana Belajar ( Al-Qur,an, Kasur, Camp, Alat-alat Penunjang KBM ) = Rp.20.000.000,- per bulan ( dialokasikan dari dana wakaf )

- Biaya Operasioal Lembaga ( Honor, Transportasi, Pembinaan Mitra Kegiatan Listrik, Telepon dan Internet, Rp.10.000.000,- per bulan (dialokasikan dari bagian Amil dan Infaq sedekah umum )

MARI ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama Rumah Yatim Indonesia melalui program-program sebagai berikut :

Program Food For Yatim

Program Wakaf Al-Qur'an

Program Wakaf Kasur Anak Asuh

Program Wakaf Sarana KBM

Detail Program-program diatas bisa di kilik saja halaman FB RYI disini :

http://www.facebook.com/pages/Rumah-Yatim-Indonesia/54017882007?v=info

atau di : http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

BONUS BULETIN JUMAT NASIONAL silahkan klik disini untuk Download :

http://www.ziddu.com/download/13654469/BuletinNasional2.rar.html

Demikian, kami ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala amanah yang telah Anda percayakan kepada Kami

Senin, 31 Januari 2011

14 Cara Nabi Muhammad SAW mendidik anak [2]

9. Nabi Muhammad SAW. melakukan shalat, sedangkan Umamah binti zainab di letakkan di leher beliau. Di kala beliau sujud, Umamah tersebut di letakkanya dan bila berdiri di letakkan lagi dil leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam .

10. Riwayat yang lebih masyhur menyebutkan, Rasulullah perna lama sekali sujud. dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya,” Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Nabi Muhammad SAW, menjawab, “Tidak ada apa-apa, tetaplah aku di tunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesah-gesah sampai dia puas.” Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma

11. Ketika Nabi Muhammad SAW. melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku.” Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia.
Ketika Rasulullah SAW. sedang berada di atas mimbar, Al-Hasan tergelincir. Lalu beliau turun dari mimbar dan membawa anak tersebut.

12. Nabi Muhammad SAW. sering bermain-main dngan Zainab binti Ummu Salamah r.a. beliau memanggilnya, “Hai Zuwainib, hai Zuwainib berulang-rulang.”

13. Nabi Muhammad SAW. sering berkunjung ke rumah para sahabat Anshar dan memberi salam pada anak-anaknya serta mengusap kepala mereka.

14. Diriwayatkan, pada suatu hari raya Rasulullah SAW. keluar rumah untuk menunaikan shalat ID. Di tengah jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang berman dengan gembira sambil tertawa-tawa. Mereka mengenakan baju baru, sandal mereka pun tampak mengkilap. Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada salah seorang yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya kompang-kamping dan kakinya tiada bersandal. Rasulullah SAW, pun mendekatinya , lalu di usap-usap anak itu mendekapya ke dadabeliau seraya bertanya, “mengapa kau menangis, Nak .” Anak itu hanya menjawab, “biarkanlah aku sendiri.” Anak itu belum tahu bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah Rasulullah SAW. yang terkenal sebagai pengasih. “Ayahku mati dalam suatu pertempuran bersama Nabi,” lanjut anak itu. “Lalu ibuku kawih lagi. Hartaku habis di makan suami ibuku, lalu aku di usir dari rumahnya. Sekarang, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih meihat kawan-kawanku bermain dengan riangnya itu.l”
Baginda Rasulullah SAW. lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, “Sukakah kamu bila aku menjadi bapakmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?” Anak itu segera tahu dengan siapa ia berbicara. Maka langsung ia berkata, “mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” kemudian, Rasulullah SAW, pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan di berinya pakaian yang paling indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan.

Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain dengan kawan-kawannya yang lain, sambil tertawa-tawa sambil kegirangan. Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya, “Tadi kamu menagis, mengapa sekarang bergembira?” jawab anak itu, tadi aku kelaparan,